Pantau Stabilitas Pangan, Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah Monitoring Harga Sembako di Kios Desa Sidorejo

Daftar Isi
ACEH SINGKIL – Babinsa Koramil 0109-03/Gunung Meriah Koptu Dedi Nasprianto, melaksanakan kegiatan pengecekan harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok (sembako) di sejumlah kios kecil yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan Babinsa dalam memantau perkembangan situasi wilayah, khususnya kondisi ekonomi masyarakat di tingkat desa. Melalui pemantauan langsung ke lapangan, Babinsa dapat memperoleh informasi aktual mengenai stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga. Pemantauan seperti ini merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial TNI AD yang kerap dilakukan di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, Koptu Dedi Nasprianto mendatangi satu per satu kios sembako milik warga untuk melihat secara langsung stok kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung, mie instan, garam, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain mengecek kondisi stok, ia juga mencatat perkembangan harga sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami perubahan akibat dinamika distribusi maupun permintaan pasar.

Kegiatan monitoring tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dengan para pedagang. Berbagai informasi mengenai kondisi pasokan barang, daya beli masyarakat, hingga kendala yang dihadapi para pemilik kios menjadi bahan evaluasi dalam melihat perkembangan situasi ekonomi di wilayah binaan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan sembako di kios-kios kecil Desa Sidorejo terpantau masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Aktivitas jual beli berlangsung normal, sementara harga sebagian besar komoditas pokok masih berada pada kondisi yang relatif stabil meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian harga mengikuti kondisi pasokan dari distributor. Pola pemantauan seperti ini juga dilakukan Babinsa di wilayah Aceh Singkil sebagai langkah menjaga stabilitas pangan masyarakat.

Koptu Dedi Nasprianto menilai pemantauan harga dan stok sembako menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih dini apabila terjadi lonjakan harga maupun potensi kelangkaan bahan pokok di wilayah binaan. Informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan laporan kepada komando atas sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Selain melakukan pengecekan, Babinsa juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjaga kejujuran dalam berdagang, tidak melakukan penimbunan barang, serta tetap menjual kebutuhan pokok dengan harga yang wajar sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang dan daya beli masyarakat sehingga aktivitas perekonomian desa tetap berjalan dengan baik.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas masyarakat mendapat respons positif dari para pemilik kios. Mereka mengaku merasa diperhatikan karena aparat kewilayahan secara rutin turun langsung memantau kondisi ekonomi masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi pedagang kecil.

Sebagai aparat teritorial, Babinsa memiliki peran tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, tetapi juga ikut mendukung terciptanya ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, serta memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring harga dan ketersediaan sembako secara berkala, diharapkan kondisi perekonomian di Desa Sidorejo tetap kondusif, distribusi bahan pokok berjalan lancar, serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Koptu Dedi Nasprianto sebelumnya juga aktif mendampingi petani di Desa Sidorejo dalam program ketahanan pangan, menunjukkan kesinambungan peran Babinsa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. (*LS)

Posting Komentar